breaking news

Banjir Surut, Warga Kampung Arus Butuh Air Bersih

Banjir Cawang Warga dievakuasi dengan menggunakan perahu buatan di jalan Arus, Kelurahan Cawang, Jakarta Timur.(rihadin)

JAKARTA – Banjir yang menggenangi wilayah Jakarta Timur mulai berangsur surut dan mulai menyisakan lumpur. Meski begitu, warga masih ada juga yang mengungsi dan membutuhkan air bersih untuk kepentingan mandi dan masak.

Seperti yang terjadi di kampung arus, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, yang mengharapkan air bersih segera datang. Warga semakin resah lantaran sudah di hari ketiga ada juga yang belum bisa mandi dan pakaian kotor semakin menumpuk.

Yana, 36, warga RW 02 Kampung Arus, Cawang, berharap adanya air bersih yang saat ini sangat dibutuhkan. Pasalnya, pakaian anaknya sudah semakin menumpuk dan khawatir tak ada lagi baju yang bisa digunakan. “Mau nyuci baju airnya nggak ada, pusing juga. Makanya perlu banget air bersih, soalnya kan di rumah juga listriknya masih mati,” katanya, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, selain tak bisa mencuci baju anaknya, air bersih sangat dibutuhkan untuk dirinya mandi. Terlebih, sudah tiga hari belakangan ini ia tak bisa mandi karena sulitnya air. “Bingung mau ngapa-ngapain susah. Makanya berharap banget dikirim air biar nggak pusing seperti ini,” ujarnya.

Yana juga selama ini membutuhkan Pampers untuk anaknya yang masih berusia dua tahun. Pasalnya, bantuan itu belum terlalu dirasakan dirinya yang bersama beberapa warga yang memiliki anak kecil. “Susu juga susah, ada kabar masih ditahan makanya belum sampai kesini. Kita mah pasrah aja,” tuturnya.

Di kampung Arus, Cawang, sendiri, genangan akibat luapan kali Ciliwung masih menenggelamkan ratusan rumah. Air setinggi 50 sentimeter bersama tebalnya lumpur juga masih terjadi di pemukiman padat penduduk itu. Kemungkinan besar, tumpahan air dari bendungan Katulampa tak akan terjadi lagi setelah tinggi air saat ini hanya 120 sentimeter atau siaga empat. (ifand/yp)