breaking news

Kombes Hengki : Jakarta Barat Darurat Narkoba Nganu

Hengki Haryadi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi

JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyebutkan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayahnya sudah sampai pada fase mengkhawatirkan. Banyak pelaku mengidap penyakit HIV hingga meninggal dunia. Ia tegaskan Jakarta Barat darurat narkoba.

“Di Jakarta Barat saya berani bilang darurat narkoba,” kata Hengki saat meresmikan Media Centre dan perayaan Hari Pers Nasional (HPN) di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (9/2/2018).

Menindaklanjuti hal tersebut, Hengki telah mempersiapkan strategi untuk menekan peredaran narkoba di Jakarta Barat khusunya di dua lokasi yakni Kampung Boncos dan Kampung Ambon yang terkenal sebagai lahan empuk bagi pengedar narkoba.

“Di Jakarta Barat ini luar biasa narkoba, berapa yang HIV, berapa yang sudah mati di Boncos ini. Kemarin baru kita tangkap pelaku salah satunya HIV dan menyatakan istri meninggal duluan kena HIV, itu baru satu ketahuan. Artinya sudah gawat kalau tidak kita tindaklanjuti,” ucap Hengki.

“Sepupu saya sendiri meninggal di Boncos tapi sepupu tiri di kemanggisan,” tegas dia tanpa malu.

Dijelaskan Hengki, saat ini tercatat trend kejahatan di Jakarta Barat naik 27 persen. Dari 51 persen jumlah kenahatan tertentu 41 persen didominasi dengan kasus penyalahgunaan narkotika.

“Jadi sudah darurat. Peningkatan 27 persen ini karena kita aktif menangkap, kalau nggak aktif nggak naik. Kenapa aktif menangkap karena barang semakin banyak, clean clearens nya banyak. Nah, artinya pada fase prefentif dan preentif tidak bekerja secara maksimal,” papar Hengki.

Untuk itu, kedepan dirinya berniat mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama mencari solusi untuk bekerja sama berbagi tugas selesaikan masalah narkoba.

“Ibarat seorang pendekar karateka tertinggi adalah Dan Empat tapi akan lebih efektif akan lebih cepat kalahnya kalau dan kawan kawan,” ucap dia.

“Jadi nanti ulama, tokoh masyarakat, stake holder pemerintahan, jajaran kodim dan jajaran ikut disitu. Saya yakin Jakarta Barat dalam tiga bulan kedepan kejahatan secara umum saya optimis akan turun,” pungkas Hengki.

Menurut Kasat Serse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Suhermanto pihaknya terus berusaha memberantas peredaran narkoba dari hulu ke hilir. Tercatat, selama 2016 sampai 2017 sebanyak 2.813 pelaku ditangkap dengan rincian 1.767 orang pengedar, 1.044 orang pemakai, dan dua orang produsen. Yang lebih miris, 23 diantaranya adalah anak-anak.

Tidak tanggung-tanggung, beberapa barang bukti bernilai fantastis hingga ratusan kilo dari berbagai jenis narkotika turut disita.

Khusus untuk Kampung Ambon, lanjut Suhermanto, selama lima tahun terahir dari 13 kali operasi diamankan 432 orang, dengan barangbukti 221 gram sabu, 5 gram ganja dan uang tunai Rp 115 juta.

Sedangkan di Kampung Boncos, diamankan 90 orang dengan 90,75 gram sabu, 10 gram putaw, dan 6.000 jarum suntik, dan uang tunai Rp 20 juta. Bahkan hingga awal 2018, dari 110 kasus, polisi berhasil mengamankan 1,3 ton ganja, 686 gram sabu, 1.753 butir ekstasi, dan 2,85 gram tembakau gorilla.

Dengan data tersebut, Suhermanto sebut kasus narkoba di Jakarta Barat sangat mengkhawatirkan. “Sesuai arahan kapolres, kami akan terus maksimalkan penindakan. Selain itu kami juga akan lakukan penyuluhan,” tukas Suhermanto. (Yendhi/b)